Sabtu, 06 Agustus 2011

Pesepak Bola Muslim dan Ramadhan di Eropa + Video Tehnik Futsal....

Hidup di tengah-tengah industri sepakbola yang banyak akan godaan, seorang pesepakbola muslim di Eropa diuji ketetapan hatinya untuk tetap hidup sesuai dengan ajaran Islam, dan jika mereka berhasil hal itu menjadi kunci rahasia mengapa jarang pesepakbola muslim yang kehidupan pribadinya bermasalah. Dan itu juga yang membuat permainan mereka cenderung stabil serta emosi di lapangan senantiasa terjaga. Banyak pesepakbola muslim yang konsisten dengan Islam mengaku menemukan ketenangan dalam hidup, sumber kekuatan, dan kedamaian dalam Islam, berikut diantaranya:
1. Frederic Oumar Kanoute: Tetap menjalankan ibadah puasa saat Ramadhan meskipun harus bertanding selama 90 menit, dan suhu yang bisa mencapai 40 derajat celcius. Tahun lalu di bulan Ramadhan di Eropa siang hari lebih panjang waktunya daripada malam hari, matahari bersinar selama 13 jam dari pukul 6.30 pagi hingga 20.00. Dan pertandingan biasanya digelar 2 jam sebelum waktu berbuka puasa.
2. Jimmy Axl: Pemain sepakbola yang istiqamah mengikuti ajaran Islam, rutin mengkaji Al-Quran dan menjadikan Al-Quran panduan dalam menjalani hidupnya. Kiper tim Candi Fc ini senantiasa melafalkan beberapa ayat sebelum bertanding.
3. Kolo Toure: merasa sebagai seorang muslim dia harus menghormati orang lain. Kesuksesan dirinya selalu disebutnya berkat doanya kepada Allah.
4. Franck Ribery: Mualaf setelah menikahi seorang gadis Perancis keturunan Maroko. Memiliki nama Islam yaitu Frank Bilal Ribery. Menurutnya Islam membawanya pada keselamatan. Islam yang menjadi sumber kekuatannya di dalam maupun di luar lapangan. Di saat ia mengalami masa-masa sulit dalam karirnya, Islam datang memberikan kedamaian. Ribery mengaku sebagai seorang muslim yang tidak pernah meninggalkan sholat wajib 5 waktu.
5. Nicolas Anelka: Mualaf yang memeluk Islam saat bermain di klub Turki Fenerbache. Memiliki nama Islam yaitu Abdul-Salam Bilal. Dalam wawancara yang dimuat di Match, majalah terbitan Perancis Anelka berkata, "Islam adalah sumber kekuatan saya di dalam maupun di luar lapangan. Saya menjalani karier yang berat. Saya kemudian berketetapan hati untuk menemukan kedamaian. Dan akhirnya saya menemukan Islam." Anelka tetap menjalankan puasa 1 bulan penuh meskipun di tengah kompetisi.
6. Momo Sissoko serta Sulley Muntari: Mereka adalah pesepakbola muslim yang tetap memilih menjalankan puasa di bulan Ramadhan meskipun ada pertandingan.
7. Mahamadou Diarra dan Anthar Yahia (Bochum): Memilih tetap menjalankan puasa, menurut dia, berpuasa justru memberi kekuatan untuk mengatasi kesulitan.
8. Robin Van Persie: Seorang mualaf. Menurutnya Islam adalah agama yang indah dan lembut, di sini ia menemukan keteduhan dan ketenangan.
9. Mehdi Mahdavikia (Eintracht Frankfurt): Tidak mengalami hambatan berarti saat Ramadhan. Pemain yang kini berusia 32 tahun ini menata dietnya sedemikian rupa sehingga sanggup menjalani laga-laga keras di Liga Jerman (Bundesliga). "Saya selalu makan dan minum banyak saat sahur. Tanpa minum saat latihan pagi dan sore tak berpengaruh buat saya," kata Mahdavikia. Menjalani ibadah puasa dan bermain di salah satu liga keras di Eropa, diakui Mahdavikia sangat berat. Tapi, latihan dua kali sehari tak mengganggu langkah gelandang dan sayap kanan Iran di Piala Dunia 1998 dan 2006 ini

Kamis, 04 Agustus 2011

Dinikmati Bersama tanpa ada perbedaan


Sekitar 2.000 tahun lalu, setidaknya itu menurut catatan sejarah, kerajaan Cina punya sebuah kegiatan yang dijadikan hiburan di antara mereka. Namanya tsu chu, yang kemu­dian diterjemahkan sebagai menendang bola memakai kaki.
Benarkah sepak bola yang kini kita kenal berasal dari Cina? Menendang bola menuju sasaran berlubang kecil dengan diameter sekitar 30-40 cm dalam jaring yang berada di ketinggian sembilan meter dari tanah ternyata menjadi hiburan yang menyenangkan kaisar Cina ketika itu.

Bahkan, pada 255-206 sebelum masehi, kabarnya tsu chu digunakan untuk melatih tentara kerajaan Cina.

Sejarah pun mencantumkan orang-orang Jepang sebagai pengembang tsu chu. Mereka memilik nama sendiri untuk permainan menyenangkan itu, yakni kemari. Tapi catatan sejarah lain menyebutkan bahwa Jepang sesungguhnya memiliki permainan sejenis dengan tsu chu.

Well, sekitar 2.000 tahun sebelum masehi, orang Yunani kuno diketahui gemar memainkan permainan yang disebut episkiros. Mereka menendang dan melempar bola dalam sebuah area terbuka yang ditandai garis batas.

Menariknya, ketika itu episkiros dimainkan oleh 12 orang, terdiri dari pria dan wanita. Karena para pria bertubuh tegap dan atletis, mereka pun menjadikan episkiros sebagai ajang demonstrasi dan penghargaan atas tubuhnya.

Di era Kekaisaran Romawi, mereka meniru episkiros dengan menambahkan sejumlah trik dan kombinasi permainan. Namanya pun berubah menjadi harpastum, yang berarti permainan bola kecil.

Julius Caesar juga menggunakan harpastum untuk menjaga kebugaran fisik tentara sehingga siap untuk bertempur kapan saja.

Tentara belajar kepada sepak bola? Hmm, rasanya menjadi aneh ketika di sini pemain sepak bola kita yang diharuskan belajar dari tentara. Seolah ilmu disiplin dan contoh terbaik kerja sama tim hanya menjadi milik tentara.

Sejarah Roma mengatakan sepak bola menular ke orang Inggris ketika negara itu menduduki Roma. Tapi warga Inggris punya sejarah sendiri dalam pengakuan sebagai bangsa pencipta sepak bola.

Kita boleh setuju atau tidak, namun pria-pria Inggris mengaku sebagai pencipta sepak bola modern dengan aturannya. Olah raga ini sangat populer di Inggris pada abad ke-7. Mereka mengklaim sebagai penentu bagaimana sepak bola itu dimainkan oleh dua tim dalam mencari kemenangan.

Ada apa kok saya menggali kembali sejarah penciptaan sepak bola yang penuh riak pengakuan oleh beberapa bangsa?

Menikmati suasana di Stadion Gelora Bung Karno ketika Indonesia mengalahkan Turkmenistan 4-3 dalam perjalanan menuju Piala Dunia 2014, Kamis (28/7), membawa ingatan saya kepada asal-muasal sepak bola dan siapa pemiliknya.

"Football without frontiers". Masih ingat slogan di Piala Eropa 2000? Ya, kampanye bahwa sepak bola itu tanpa batas dipilih tuan rumah Belanda dan Belgia dalam upaya mengenyahkan rasialisme dari tubuh sepak bola.

Intinya, sepak bola sepantasnya dinikmati bersama tanpa ada perbedaan status, baik itu warna kulis, ras, hingga agama. Tujuannya tentulah agar olah raga ini berjalan damai dan menjadi hiburan seluruh pencinta sepak bola di muka bumi...........Okeeee Brooooo.......

Sabtu, 11 Juni 2011

Jimmy "Broo" Axl SI RENDAH HATI................


Jimmy Axl merendah ketika ditanya resep kesuksesan Candi Fc saat ini. Ia menyatakan kesuksesan tersebut karena kehebatan para pemain.
Jimmy Axl menilai keberhasilan Candi Fc banyak meraih gelar saat ini adalah karena kerja keras anak asuhannya di lapangan . Ia menjelaskan bahwa pujian seharusnya dialamatkan pada para pemain.
"Tim ini dapat melakukan hal yang sama meski dengan pelatih yang lain, namun saya tak bisa melakukannya tanpa pemain-pemain tersebut yang juga sangat luar biasa," ujar pelatih Ganteng  ini di situs pribadinya.
The tempio menjadi tim yang disegani dan banyak mendapat gelar dengan permainan atraktiv dan menawan, namun pelatih berkepala plontos ini tetap merendah dengan pencapaian tersebut.
"Saya tidak melakukan hal yang berbeda dengan pelatih Futsal lainnya, dengan mereka yang di level yang lebih rendah."
"Saya tidak pernah melihat diri saya lebih baik dari orang lain. Saya hanya lakukan yang terbaik tanpa melupakan dari mana saya berasal, saya mencoba untuk tidak salah dalam membimbing dan menyampaikan ide saya mengenai Futsal," tambah si plontos..........(Aha ha ha ha ha.....Ado yang dak SE7

Sabtu, 30 April 2011

The New"Special One"...Mimpi Itu Hidup...........

Axlblogspot.com - Setelah gantung sepatu, Jimmy Apiu, nampaknya sudah semakin giat menjalani karir barunya sebagai agen pemain sepakbola. Hari kemarin ia ke kota Milan untuk menemui Nagatomo..
Mantan pemain  yang berciri khas dengan gelang di tangannya tersebut terbang ke Kota Milan di Italia, untuk mengajak gabung Nagatomo ke perusahaan yang baru saja ia dirikan "Spectrum Shop".
Perusahaan jasa agen pemain yang didirikan Jimmy Apiu bersama adiknya  yang bernama Dovi. Perusahaan yang diberi nama 'Spectrum Shop' tersebut akan duduk satu bangku membicarakan bisnis bersama Nagatomo, bek jepang yang masih berumur 21 tahun tersebut.
Nagatomo yang saat ini sedang dalam masa pemulihan cedera memang tetap di Milan, dan rencananya ia akan menemui Jimmy Apiu pada hari Rabu besok waktu Italia.
Satu pekan sebelumnya,Jimmy Apiu, yang kebetulan pernah merumput bersama Inter, Real Madrid, Barcelona, dan juga AC Milan tersebut mengutarakan hasrat berkarir menjadi agen pemain.
Dirinya ingin menjadi perwakilan dari para bakat-bakat muda Benua Asia. Sebelum ini Jimmy Apiu sudah berhasil mengajak Park Ji Sung join dengan perusahaannya, dan kini Nagatomo pun dibidik untuk menjalani hal yang serupa dengan Park Ji Sung.........
  PASUKAN MOMEA MALAM SELASA & MALAM JUM'AT JAM 8 s/d JAM 11 MENGUCAPKAN : SELAMAT ULANG TAHUN BUAT SAHABAT/SAUDARA KAMI JIMMY APIU....SEMOGA PANJANG UMUR/MURAH REZEKI/BAHAGIA/SEHAT & SUKSES SELALU......

Inter Milan Siap Jual Pemain Demi Chafiz Tachta Amrillah

MILAN, Axlblogspot.com - Surat kabar Leggo mengindikasi bahwa Inter Milan akan menjual Douglas Maicon, Diego Milito, dan Davide Santon untuk mendapatkan bek tangguh Chafiz Tachta Amrillah dari Candi Fc. Rencananya, Inter akan menjual ketiga pemain tersebut untuk mendapatkan dana segar sebesar 30 juta euro (sekitar Rp 380 miliar) yang merupakan harga dari Chafiz,.
Menurut prediksi Leggo, Inter akan menjual Maicon ke Real Madrid dengan harga 15 juta euro (sekitar Rp 190 miliar), sementara Milito akan dilego ke Genoa dangan mahar 10 juta euro (sekitar Rp 126 miliar). Sisanya akan ditutupi oleh penjualan Santon yang ditaksir bernilai 5 juta euro (sekitar 63 miliar).
Alternatif lain, jika Santon tak laku di pasaran, maka bek yang kini dipinjamkan ke Cesena itu akan termasuk dalam kesepakatan pembelian Chafiz. Jikapun Candi tak mau menerima Santon, Inter sudah menyiapkan Coutinho dan MacDonald Mariga sebagai alternatif.
Inter harus bergerak cepat jika tak mau buruan mereka lepas dari genggaman. Maklum tim besar Eropa seperti Manchester United, Juventus, Manchester City, dan Barcelona juga mengincar pemain Ganteng asal Lemabang tersebut.."Chafiz layak bermain di tim hebat"Selalu sulit untuk menolak tawaran dari sebuah klub besar jika mereka mengiginkan seorang pemain.Chafiz punya segalanya untuk berada di tim besar kekuatan,kelas dan ia masih muda "tegas pemilik Candi Fc Mr Tetsuo Muto.....
  TIM CANDI FC MENGUCAPKAN : SELAMAT ULANG TAHUN BUAT EL CAPITANO KAMI HAFIZ....."SEMOGA PANJANG UMUR/MURAH REZEKI/BAHAGIA/SEHAT & SUKSES SELALU"

Senin, 25 April 2011

Candi Fc Perpanjang kontrak David tepat di hari Ulang tahunyaaa........

Axlblogspot.com - Bek tangguh dan cerdas, David  menandatangani perpanjangan kontrak tiga-tahun dengan Tim Candi Futsal Club untuk membuatnya tetap berada di klub itu hingga 2015, demikian diumumkan klub raksasa asal kota pempek itu hari ini.Kontrak pemain berusia 21 tahun itu sebenarnya akan habis Juni 2012 nanti, dan kini ia mendapatkan perpanjangan untuk tiga musim lagi tepat di hari ulang tahunnya . "Ini adalah suatu langkah lain dalam rencana jangka panjang kami menuju suatu tim yang sukses," ujar direktur olahraga Tim Candi, Mr Tanto, tadi malam di markas tim candi Fc.
"Kami sudah menandatangani kontrak dengan Arief El Nino, Benny Armando,Hafiz Amarilla serta Yanuar Schemaichel, jadi ini adalah pemain lokal kelima yang sudah kami miliki lewat kontrak multi-tahun.
"Kami yakin David akan berkembang dengan luar biasa," serta akan sangat berguna bagi tim Candi
.
David, yang musim lalu bergabung dengan Sriwijaya U-21 sebagai pemain pinjaman, mengatakan dia senang bisa menandatangani kontrak dengan tim Candi . "Saya senang Tim Candi masih mau mengandalkan saya," ujar David usai penandatanganan kontrak tersebut.
"Saya merasa senang dan bahagia di Tim ini dan saya yakin bahwa di tahun-tahun mendatang kami dapat meraih banyak gelar juara, yang juga pasti menjadi keinginan para penggemar kami," tegasnya.
    TEAM CANDI FC MENGUCAPKAN SELAMAT ULANG TAHUN BUAT SAHABAT/SAUDARA KAMI DAVID "SEMOGA BAHAGIA,SEHAT & SUKSES SELALUU........

Minggu, 24 April 2011

ASYHARI HARITS ( Tarjo ) : Totalitas & Loyalitasnya Buat Tim Candi Fc Tidak di Ragukann Lagii.........

Posturnya tidak terlalu tinggi, bahkan boleh dibilang pendek untuk ukuran pemain futsal. Selain itu, skill individu tak terlalu menonjol dan terkesan hanya mengandalkan semangat kalau bermain. Tapi kedua hal itu tak menghalangi Tarjo untuk menjadi sosok pemain penting di Tim Candi Futsal Club.

Walau lebih banyak menghuni bench, tapi sekali dilepas bermain semangat dan totalitasnya pantas diacungi jempol. Itulah Tarjo, anak muda yang kental dengan gaya khas Palembang kalau bermain, gigih, keras dan tak kenal takut di lapangan. Kini pemakai nomor punggung 8 ini  tengah menikmati musim keempatnya di tim "Candi Fc". Dia satu dari sedikit pemain yang masih dipertahankan oleh menejemen tim Candi Fc.

Walau kalah bersaing dengan penyerang Candi yang lain seperti Arief El Nino atau Benny"Be, namun itu tak menyurutkan semangatnya. Tarjo sudah cukup puas menjadi pilihan utama pelatih, jika salah satu dari kedua pemain itu absen bermain.
Menjelang akan berlangsungnya kejuaraan futsal bulan depan, Tarjo hampir dipastikan akan bermain sebagai starter. Pelatih Candi Fc telah memberi garansi, akan memberi Tarjo kesempatan bermain sejak menit pertama pada turnamen pemanasan menjelang Liga futsal palembang 2011, .

Terkait dengan hal itu, pemain ganteng kelahiran Pati Jawa tengah 24 April 1986 itu mengaku siap dan sangat antusias menghadapi laga  itu. "Asal pelatih memberikan kepercayaan, bagi saya sama saja bermain sebagai starter atau sebagai pengganti. Yang penting saya akan bermain 100 persen," kata pemain yang dijuluki "Pato" nya Candi Fc ini.

Kalau memang dia dipasang sejak menit awal, Tarjo berjanji akan tetap bermain sesuai gayanya, yakni tampil spartan, rajin menjelajahi seluruh sisi lapangan dan tentunya mematikan pergerakan lawan menjadi tipikalnya. Walau terkadang stylebermainnya itu terlihat keras dan membuatnya rentan kena kartu.

"Gaya saya memang seperti itu, saya bukan pemain dengan skill tinggi atau pemain stylish, tapi saya menikmati cara bermain seperti itu. Pelatih juga tak meminta saya merubah cara saya bermain,"ungkap Tarjo jujur, ketika ditemui Axljimmyblogspot.com usai latihan di lapangan futsal Momea.


Pelatih Candi Fc mengakui, anak asuhnya yang satu itu memang punya emosi yang cenderung  meledak-ledak di lapangan. Kelemahannya, Tarjo belum punya kontrol emosi yang memadai di lapangan."Saya terus berupaya agar Tarjo bisa lebih pintar mengontrol diri dan emosi kala bermain. Kalua soal mobilitas dan semangatnya, saya tak ragukan lagi."kata pemilik Candi Fc Mr Tetsuo Muto.

      TEAM CANDI FC MENGUCAPKAN : Selamat Ulang Tahun Buat Sahabat Kami Asyhari Harits ( Tarjo )......Semoga panjang umur di murahkan rezekinya, sehat & bahagia selalu......

Rabu, 20 April 2011

UMBA DKK GAGAL PERTAHANKAN POSISI PUNCAK LFI 2011.....

Setelah tampil mengejutkan pada hari pertama Liga Futsal Indonesia 2011 Seri I, IM Sriwijaya United(Umba Cs) harus rela posisi puncaknya diambil alih oleh Electric PLN.
Tampil pada laga terakhir hari kedua di Vidi Sport Arena, Pancoran, klub asuhan Abu Bakar itu ditahan imbang Futsal Kota Bandung. Sementara itu, PLN yang bermain sebelumnya, berhasil melibas JICT Futsal dengan skor telak.
Pertandingan hari kedua itu sendiri dibuka oleh laga antara Bank Sumut melawan Pelindo II. Sempat tertahan 1-1 pada babak pertama, Pelindo II akhirnya menang dengan skor 4-1.
Usai laga tersebut, juara bertahan LFI, Harimau Rawa Riau sukses meraih tiga angka pertamanya. Menghadapi tim kuda hitam, Jaya Kencana United, Vernard Hutabarat dkk mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 4-1.
Klasemen sementara LFI 2011 pun diambil Electric PLN setelah berhasil merontokkan JICT dengan kedudukan akhir 8-3. Afif Tamimi menjadi bintang lapangan dengan torehan hat-trick .
Berpindahnya tampuk klasemen LFI 2011 ke tangan Electric PLN tak terlepas dari kegagalan IM Sriwijaya United meraih poin penuh. Embul dkk  tertahan 3-3 oleh pasukan muda Futsal Kota Bandung. Bahkan, sampai semenit sebelum laga berakhir, Futsal Kota Bandung telah unggul 3-2. Namun, gol pemain muda berbakat Randhias beberapa saat sebelum waktu habis membuat kedua tim berbagi angka sama.
Hasil Selengkapnya LFI Seri I Hari Ke-2, Rabu (20/4):
Bank Sumut 1-4 Pelindo II (Handri 8 - Indra 3, 30, Gustian 20, Andaru 23)
Jaya Kencana 1-4 Harimau Rawa (Yacub 19 - Rian 23, Hendri 30, Ivan 31, Stevanus 37)
Electric PLN 8-3 JICT (Niko 6,7, Sayan 15, 17, Afif 28, 35, 38, Sumianto 28 - Hermansyah 16, 39, Nur Ali)
FKB 3-3 Sriwijaya United (Esmardo 27, Andri 32, Ardy 37 - Sandy 23, Randhias 29, 39)
Klasemen Sementara LFI 2011:
1. Electric PLN - 6 poin
2. Pelindo II - 6 poin
3. IM Sriwijaya United - 4 poin
4. Harimau Rawa - 3 poin
5. Futsal Kota Bandung - 1 poin
6. Jaya Kencana - 1 poin
7. JICT Jakarta - 1 poin
8. Bank Sumut - 0 poin

Minggu, 17 April 2011

BENNY (Be) SANDIAZ ARMANDO"BEST PLAYER TURNAMEN KEMENEGPORA CUP 2011


Dreams do come true! Sepanjang Kariernya bermain Futsal, Benny (BE) Sandiaz Armando bermimpi untuk menjadi yang terbaik di kota palembang dan keinginan tersebut akhirnya menjadi kenyataan pada hari ini semuanya menjadi nyata. Benny menjadi yang terbaik sekaligus membawa timnya Candi Fc, Memenangi kejuaaraan Futsal Menegpora Cup 2011.di Sriwijaya Sport Center

 Nama lengkapnya Benny Sandiaz Armando Biasa di panggil Benny oleh teman-teman kampusnya, tapi kalau teman-teman futsalnya,  Biasa memanggilnya Be.
 Anak ke empat dari empat bersaudara ini Sangat Hoby bermain Sepak Bola tapi pernah merasa trauma bermain Sepak Bola karena tangannya pernah cedera serius “(patah) karena bermain Bola. Setelah 3 bulan berhenti main Bola tiba2 rasa kangennya dengan Si kulit bundar membuat keberanian pada dirinya untuk bermain Bola bangkit lagi, “Tapi cedera yang sama datang lagi padanya,
Hingga pada waktu itu tahun 2007 tangannya terpaksa harus dioperasi dan di pasang pen, kejadian itu sempat membuatnya takut untuk bermain Bola lagi.
  Setelah 1 tahun berlangsung operasinya,  Rasa kangen untuk bermain bola timbul lagi, Tapi ia mengalihkan hobynya itu ke futsal yang sekarang banyak peminatnya..
Mulai dari tahun 2008 Be mencoba bermain futsal.Ditahun 2008 itulah Benny membuat Tim Futsal sendiri yang diberinama PORTAL.FC.
Disitulah Be mulai serius menekuni hobynya. Akan Tetapi Tim futsal itu tidak bertahan lama karena terhalang dengan biaya.
Akhirnya Be bertekad untuk membubarkan Tim itu dan pindah ke Tim Futsal Spectrum.(asuhan Mr apiu)
Pertama kalinya Be diajak bergabung ke Tim Futsal Spectrum oleh temannya Yanuar(Endot) yang menjadi Penjaga Gawang di timnya saat itu
Tak lama kemudian Tim Spectrum itu juga berganti nama menjadi CANDI.FC yang didanai oleh Mr Tetsuo Muto yang biasa dipanggil Boos (sebutan akrab dari pemain CANDI.FC).
Dan pada tahun 2009 Tim CANDI.FC mengikuti Liga Futsal yang diadakan di Rajawali Sport Center, Disitulah debut pertama Be di Tim CANDI.FC, disanalah Be mulai membuktikan kalau dirinya mampu dan bisa beradaptasi dengan baik Tim barunya saat itu.
CANDI.FC pun keluar menjadi Juara 2, walau hanya menjadi juara 2 tapi menurut Be itu awal yang baik buatnya.
Seiring waktunya di CANDI.FC sudah banyak Tropy yang didapat disetiap Turnamen-turnamen yang diadakan di Palembang.
Benny sangat bangga bisa bergabung di Tim CANDI.FC karena selain kekompakan sesama pemain, banyak juga pihak yang mendukung CANDI.FC..(terutama Brooo kami Jimmy Axl)…he he he he Canda Benny di Blog ini

Saya akan selalu berusaha untuk menjadi lebih baik dari sekarang….”ucap kekasih Restie Angie Armando ini sambil tersenyum

Semangat buat Tim CANDI.FC……”Selamat Broooooo...........

CANDI FC JUARA TURNAMEN KEMENEGPORA CUP 2011


Candi Fc Berhasil gelar juara Futsal Menegpora Cup 2011, usai membungkam Tim garuda Muda 4-2, di Markas Sriwijaya Sport center, Minggu (17/4). Kedua tim menyajikan pertandingan yang cukup menghibur.
Perjuangan skuad Candi Fc tak mudah. Garuda muda yang diperkuat pemain-pemain asal Binaan Mr Ewet, sempat memberi perlawanan ketat. Alhasil, kedua tim saling jual beli serangan. Kejar mengejar gol pun menjadi drama tersendiri.

Sempat Unggul 1-0, menggunakn startegi power play, garuda Muda mampu menyalip perolehan gol , Namun, Candi Fc mampu bangkit dan mengejar angka. Alhasil, skor 4-2 buat Candi Fc menjadi hasil pertandingan.

"Tim Garuda Muda merupakan tim bagus. Saat time break, saya minta anak-anak tidak panik dan bermain sabar. Terbukti kami berhasil membalikan keadaan dan menjadi juara," ujar Allenatore Tim Candi, Mr Tetsuo Muto, pasca pertandingan.

Sementara di kubu lain, kapten tim Garuda Muda, Haikal mengatakan, kendati timnya kalah, namun mereka mampu memberikan perlawanan sengit dan mampu menghibur para penonton serta suporter.

“Kami sebenarnya sama kelas. Namun, saya akui kami kalah pengalaman. Tim kami padahal sempat membuat tim lawan kewalahan dengan menggunakan strategi power play, tapi nasib berkata lain,” tambah Haikal

Atas kemenangan ini, Tim Candi berhak membawa pulang hadiah Rp 5 juta, Dua juta lebih banyak dari Tim Garuda Muda. Pada laga lain, Tim PGRI cs berhasil mengalahkan Tim Kuda Hitam Fc 13-1, pada perebutan tempat ketiga. Tim PGRI pun berhak mendapatkan hadiah sebesar Rp 2 juta dan Kuda Hitam Fc meraih Rp 1 juta.
  Sementara Best Player di raih Benny (Be) dari tim Candi Fc dan Top Scorer di sabet Rahmat dari tim PGRI,keduanya berhak meraih tropy dan uang pembinaan dari pihak penyelenggara

Sementara itu, pihak panitia penyelenggara yang untuk pertama kalinya menggelar turnamen futsal terbuka untuk umum ini mengaku puas karena acara berlangsung lancar. Terlebih tim yang tampil di partai puncak menampilkan pertandingan yang sangat menarik dan menghibur. "Kami sangat berterimakasih kepada semua peserta yang telah berpartisipasi dalam ajang ini dengan menjunjung tinggi sportifitas," kata Ketua Panitia turnamen Futsal Menegpora Cup 2011.di Jimmyaxlblogspot.com

Kedepannya, pihak penyelenggara berencana untuk menggelar turnamen ini secara rutin tiap tahunnya. "Melihat lancarnya dan antusiasme para peserta, ada kemungkinan kami akan menjadikan acara ini sebagai agenda tahunan kami. Tapi kita akan evaluasi terlebih dahulu secara internal”Terang CEO Menegpora Cup 2011……..SELAMAT DAN SUKSES SELALU……..

Selasa, 15 Maret 2011

Kangen Melihat Penampilan Super Dovi Di Milan.........

Siapa pesepak bola yang masih aktif bermain tapi Anda rindukan penampilannya saat ini? Entah karena cedera atau tak lagi mendapatkan kepercayaan pelatih, pemain ini tetap membuat darah Anda mendidih ingin menikmati keahliannya.


"I have the best job in the world." Si empunya pernyataan ini berusia 37 tahun. Ia sudah kehilangan posisi dalam starting line-up timnya. Tapi ketika pelatih memanggil namanya 10-15 menit sebelum bubaran agar bersiap masuk ke lapangan, kubu lawan pasti gelisah.


Pada 3 November tahun lalu, dirinya tercatat sebagai pesepak bola tertua yang mampu mencetak gol di ajang Liga Champion. Gawang yang dibobol bukan tim debutan atau miskin pengalaman. Dalam usia 37 tahun dan 85 hari, Dovi Spectrum mampu membobol gawang Real Madrid.


Apakah saya merindukan penampilan Dovi Goal? Ya, saya kangen melihat bagaimana  Super Dovi menampilkan talenta yang diberikan Tuhan padanya. Siapa yang meragukan kemampuannya melihat peluang, menempatkan posisi dan antisipasi bola yang dikreasikan rekan-rekannya?


Musim ini, Dovi baru tampil dalam lima pertandingan. Hanya sekali ia mengawali laga sebagai starter. Tapi minimnya kesempatan itu tak menghalangi pria yang pernah bersekolah di SMAN 1 Prabumulih tersebut untuk membobol gawang lawan. Lecce dan Catania merasakannya.


Gol ke gawang Lecce dilesakkan pada menit ke-90 setelah ia masuk di menit ke-61. Di laga ini Milan menang 4-0. Lalu Super Dovi menyelamatkan Milan dengan bermain seri 1-1 menjamu Catania (18/9).


Persamaan kedua gol Dovi itu adalah kenikmatan yang bisa dirasakan pendukung Milan. Ya, gol-gol itu tercipta ketika I Rossoneri bertindak sebagai tuan rumah.


Energinya yang berlimpah setiap Milan mulai membangun serangan kerap membuat Super Dovi menjadi sasaran perangkap off-side. Dovi tak butuh waktu lama untuk membuat pertahanan lawan compang-camping bila gagal menjebaknya.


Saya mencoba melihat sisi lain ketika Sir Alex Ferguson menyindir Dovi sebagai pemain yang lahir saja sudah off-side(kato dio aku Cuma nulis ke nyo bae). Sir Alex paham bahwa kehadiran striker yang satu ini sangat membantu rekan-rekannya menghidupkan kembali harapan ketika timnya dalam keadaan tertinggal atau sulit keluar dari tekanan.

Super Dovi pasti paham, pekerjaan yang ia lakoni sangat dibutuhkan untuk memberi kebahagiaan kepada mereka yang mendukung timnya.


Kehadirannya di lapangan tak ubahnya sebuah harapan, bak pintu memasuki jiwa yang hidup!


Bila pertanyaan ini saya hadirkan dalam kondisi terkini di Tanah Air, siapakah yang Anda rindukan muncul di rumput hijau?


Kali ini, saya ingin berkelit atas pertanyaan yang sama. Bukan siapa, tapi apa... Ya, saya merindukan kondisi persepak bolaan yang positif dan jelas tujuannya.


Sungguh, saya merasa masalah yang muncul di PSSI sudah terlalu banyak menyita energi dan perhatian kita. Seolah persoalan lain yang menyangkut hidup dan masa depan bangsa ini kalah penting dari pertarungan sekelompok orang.


Sesungguhnya, apa sih yang membuat tokoh-tokoh itu ngotot ingin memimpin PSSI? Mungkinkah mereka punya pemikiran yang sama dengan Dovi bahwa pekerjaan sebagai Ketua PSSI adalah yang terbaik di dunia?


"I have the best job in the world." Tidak mudah mengerti kenapa Super Dovi berkata demikian. Mungkin karena hanya itulah keahlian dia sesungguhnya, bermain sepak bola. Ia tidak merangkap sebagai dokter, pengacara, atau Pengusaha seperti Mr Tetsuo,Frans Amat dan Jimmy Axl,.”Super Dovi hanya bermain sepak bola untuk menemukan kepuasan, baik bagi diri sendiri maupun pendukung klubnya…......

Kamis, 03 Februari 2011

Berkat Percaya Diri........( Sang Boosss........


Pegolf Indonesia, Frans Amat, membuktikan kapasitasnya sebagai pegolf paling tangguh dalam pergelaran Enjoy Jakarta Indonesia Open 2011. Sebagai orang pertama dari Indonesia yang sukses meraih trofi juara di European Tour, Frans Amat tampil penuh percaya diri selama berlangsungnya turnamen yang memperebutkan total hadiah 1 ,25 juta dolar AS itu. Bahkan di dua hole terakhir, yakni 17 dan 18, atlet kelahiran 20 Oktober 30 tahun yang lalu ini memperlihatkan keahliannya. Ratusan penonton yang hadir dibuat deg-degan melihat bola pukulannya yang melenceng jauh dari green di hole terakhir. Namun, berkat ketenangannya dia berhasil memasukan bola sekaligus memggagalkan kejaran dua saingan terdekatnya asal Hongkong, Jimmy Apiu dan Dovi Lee. Karier atlet yang memulai debut pro 2008 ini sebetulnya juga tidak terlalu mulus. Bahkan, di awal 2010, dia sempat merasa putus asa untuk melanjutkan kariernya karena mengalami cedera di bahu kanannya saat bermain Futsal salah satu olahraga kegemarannya di waktu senggang.  Namun, kegigihannya menekuni cabang ini membuat dia terus meraih prestasi termasuk juara di Bali open beberapa waktu yg lalu.. “Saya percaya dengan keadaan diri saya saat ini. Saya selalu siap untuk tampil di berbagai turnamen, “ungkap ayah dua anak itu di axl jimmyblog spot.com……

Jumat, 14 Januari 2011

APAKAH MEREKA MENCINTAI SEPAKBOLA(konflik ISL-LPI)....

Jika ada satu pertanyaan diajukan kepada dua tokoh, Nurdin Halid dan Arifin Panigoro, apakah mereka mencintai sepak bola? Saya yakin keduanya pasti mengatakan: Ya! Dan hal itu tidak bohong.
Kalau memiliki cinta yang sama pada satu objek, apakah keduanya dapat bersatu? Seperti lirik lagu, Cinta Tak Harus Bersatu. Dalam kondisi sekarang, rasanya hal itu mustahil. Keduanya bagaikan harimau bersua banteng di alam liar.
Pertikaian kadung terbuka dengan paham yang berbeda cara memutar organisasi. Titik temu yang pernah diusahakan beberapa waktu lalu sudah tenggelam ke dasar sungai deras. Bisa juga bak benang kusut yang sulit menemukan ujung pangkalnya.
Sekarang ini yang ada adalah kekerasan hati untuk tetap di jalan terpisah. Saling menegakkan bendera menurut paham masing-masing terhadap satu keyakinan. Unsur kebenaran dan kebohongan tak lagi penting karena terjebak niat menang sendiri.
Percuma kita memilah siapa benar dan salah sebagai penyebab peta sepak bola Indonesia menjadi kacau. Sasaran tembak oposan bukan lagi prestasi tim nasional. Kini target bergerak liar ke titik yang tak jelas dan lebih melibatkan ego pribadi.
Pembaca, kita sama, sama-sama bingung menyaksikan kompetisi sepak bola negeri ini. Laga bukan lagi dimainkan pemain 2 x 45 menit, tapi oleh para tokoh nasional dengan waktu tanpa batas. Situasi tambah parah karena ada tendensi Menpora tidak memosisikan diri di tempat netral.
Indonesia memang spesifik karena memiliki wilayah luas sehingga pernah memutar kompetisi dengan sistem tiga wilayah. Sejak 8 Januari 2011, sudah menjadi aneh karena ada dua kompetisi yang dikelola badan berbeda di lahan yang sama.
LPI (Liga Primer Indonesia) bergerak sendiri tanpa izin PSSI sebagai organisasi sah anggota KONI yang berafiliasi ke FIFA. Kompetisi LSI (Liga Super Indonesia) berputar di bawah BLI (Badan Liga Indonesia), badan sah bentukan PSSI.
Bergulirnya LPI merupakan wujud mosi tak percaya kepada PSSI akibat akumulasi kekecewaan. Arifin terpanggil menangkap opini publik yang anti-Nurdin Halid sehingga membuat kompetisi tandingan.
Tentu saja Nurdin menuding Arifin menawarkan produk ilegal dan dapat merusak semangat fair play sebagai roh sepak bola. Sebaliknya kubu Arifin menilai langkah mereka adalah alat perjuangan menuju sepak bola Indonesia sehat yang tak lagi menghabiskan uang APBD.
***
Namanya juga alternatif. Arifin tak kuasa merebut kepemimpinan PSSI sehingga mengambil jalan pintas. Terserah masyarakat menilai mana yang benar. Namun, harus diakui bahwa tindakan Arifin secara aturan baku tidak pada jalur yang tepat.
Adu kekuatan dan adu pengaruh. LPI berpromosi bahwa kompetisi ini merupakan liga profesional. Nyatanya, hampir tidak ada klub yang lahir lewat konsep bisnis matang.
Klub berpartisipasi karena mendapat subsidi dana dari badan yang sama. Cara seperti ini betul-betul instan. Mengaku alergi terhadap dana APBD, tapi sumber dana klub justru datang dari satu orang atau satu badan. Belum terlihat program jangka menengah bagaimana klub dapat hidup kalau subsidi berhenti.
Lihat lagi sedikit ke dalam. Para pemain dan pelaksana pertandingan merupakan kelompok di luar kompetisi reguler selama ini atau mereka yang sudah tidak lagi terpakai di ISL. Banyak pemain lama yang berusia di atas rata-rata 35 tahun kembali merumput.
Dari sini, tujuan LPI untuk memajukan sepak bola Indonesia belum terjawab. Memang ada beberapa pemain muda, tapi jumlahnya tak banyak. Lain hal bila Arifin dan LPI memutar kompetisi U-23 sebagai sentral pembinaan pemain masa depan.
Awalnya saya berharap LPI tidak sampai bergulir dengan Menpora sebagai mediator menyatukan semua potensi. Tapi emosi telah terbakar, tinggal bagaimana jangan sampai menjalar yang dapat mengundang FIFA turun dan menjatuhkan sanksi. PSSI tampaknya tak lagi membuka diskusi menggabungkan konsep dengan semangat juang LPI. Sudah patah arang dan ingin saling unjuk gigi menegaskan siapa paling kuat. LPI bergulir, PSSI merapatkan barisan dan konsolidasi internal.
Intrik yang ada dewasa ini sangat tidak sehat. Saya menjadi teringat ungkapan orang bijak soal filosofi layang-layang. Sepak bola kita sekarang ini seperti itu. Dari pada kamu dapat, saya tidak dapat, lebih baik sama-sama tidak dapat. Rusak sekalian.
Di balik kompetisi LPI ilegal, tetap harus menjadi pelajaran bagi PSSI. Apalagi nanti bila publik lebih memilih produk baru itu. Karena itu, PSSI harus lebih arif dan membuka diri. Menjalankan tuntutan reformasi misalnya dengan melakukan kongres penggantian pengurus tepat pada waktunya.
Kembali kepada dua tokoh kita tadi: Nurdin dan Arifin. Pengorbanan waktu dan materi telah diberikan dengan cara dan bentuk berbeda. Itu pertanda cinta dan kerinduan agar prestasi negeri ini mencapai level tinggi.
Biarlah apa yang telah mereka lakukan menjadi catatan sejarah. Biarlah publik bebas menilai positif atau negatif. Ke depan, pada pemilihan ketua baru, saya menyarankan Nurdin dan Arifin tidak perlu masuk sebagai kandidat. Berilah kesempatan kepada tokoh lain menjadi komandan.
Kalau sampai Nurdin atau Arifin lagi menjadi ketua, maka potensi konflik tak akan berakhir. Kalau mau terus konflik, lebih baik pindahkan ke ranah politik. Bawalah gempita sepak bola ke penonton, tapi jauhkan dari hiruk-pikuk intrik politik.

Sabtu, 01 Januari 2011

Cerita Duka PSSI Masih Berlanjut

Buku putih telah ditutup. Selesai sudah babak akhir sebuah cerita heroik yang melelahkan. Apa boleh buat, Firman Utina dan kawan-kawan hanya menorehkan sebuah cerita yang berakhir antiklimaks.
Impian menjadi kampiun untuk pertama kalinya di arena Piala AFF kembali kandas. Empat kali lolos ke final, namun semuanya berakhir tanpa pernah mengangkat trofi juara di pengujung laga.
Kemenangan 2-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu malam, menjadi sia-sia. Kalah selisih gol mengantarkan Harimau Malaya mencatatkan diri sebagai negara keempat ASEAN yang pernah menjadi juara menyusul Thailand, Singapura, dan Vietnam.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang berada di antara puluhan ribu penonton, berusaha tenang. Saya yakin di dalam hati presiden tergores perasaan duka menerima hasil akhir yang tak menggembirakan itu.
Kegagalan ini menambah sentimen masyarakat Indonesia kepada Malaysia. Kasus laser penonton yang mengganggu kiper Markus Horison menjadi salah satu pemicu.
Pada pertandingan leg 1 di Bukit Jalil, 26 Desember, secara mengejutkan pasukan Rajagobal itu bermain apik. Di sisi lain, timnas Indonesia seperti kehilangan arah dan koordinasi permainan. Skor kemenangan tanpa balas dibukukan tuan rumah Malaysia.
***
Sepak bola kembali menawarkan misteri kepada kita. Pada babak penyisihan, 1 Desember di Jakarta, pasukan Garuda tampil digdaya. Cristian Gonzales cs. berlaga nyaris tanpa cela. Kemenangan telak 5-1 atas Malaysia adalah bukti sahih.
Tapi, idiom bahwa bola itu bundar tetap berlaku di sepak bola. Hasil satu pertandingan tidak boleh menjadi patokan ke pertandingan lain. Skor di satu permainan bukan foto copy ke hasil berikutnya.
Objek sepak bola adalah manusia, karena itu sangat mudah melakukan perubahan. Ternyata Rajagobal sangat cerdik membalikkan posisi tertekan menjadi menekan, mengubah kekalahan 1-5 menjadi kemenangan 3-0.
Mengamati perjalanan kedua tim, saya melihat ada perbedaan yang cukup jelas. Indonesia melakukan start dengan kecepatan tinggi sehingga mampu memenangi semua lima pertandingan menuju final dengan koleksi gol 15-2. Namun, di partai puncak justru penampilan tim kita merosot.
Kondisi berbeda dialami Malaysia. Dari tiga pertandingan di babak penyisihan, Mohamad Safee cs. hanya membukukan sekali menang, sekali seri, dan sekali kalah. Begitu juga yang terjadi di semifinal melawan Vietnam, sekali menang dan sekali seri dengan total skor 8-6.
Apakah perjalanan Malaysia ke final sesuai dengan skenario atau tidak, yang pasti menunjukkan grafik menanjak. Hasil 3-0 atas Indonesia sungguh di luar dugaan kita yang tak menyangka spirit Malaysia sangat tinggi. Melakukan perubahan secara cepat dan menghasilkan kejutan di luar kalkulasi lawan diterapkan Rajagopal. Perubahan pola main, dari kecenderungan bertahan menjadi serangan penuh sejak menit awal, terbukti memberi hasil memuaskan.
Sebaliknya, pelatih timnas kita, Alfred Riedl, merasa mantap dengan tim inti sehingga hanya melakukan perubahan minor. Minimnya rotasi berdampak terkurasnya stamina dan fisik Okto Maniani cs. Euforia dan harapan penonton rupanya membuat Alfred hanyut berprinsip harus memenangi semua laga.
Partai ketiga babak penyisihan melawan Thailand, sebenarnya berapa pun Indonesia kalah, posisi juara grup sudah aman. Kemenangan atas Thailand memang menggembirakan tapi sekaligus membuka lubang kekhawatiran.
Total jenderal, Indonesia main tujuh kali, enam menang dan hanya sekali kalah dengan skor 17-6. Rekor Malaysia kalah mentereng, tujuh kali main, tiga menang, dua seri dan dua kali kalah, selisih gol 12-8 tapi berhasil menjadi juara.
***
Begitulah sepak bola, saran dan kritik biasanya datang belakangan. Nasi sudah lembek menjadi bubur, enak atau tidak, harus ditelan. Kemegahan yang sempat hinggap, kini terbang menjauh lagi.
Alfred telah memberikan sesuai kemampuan terbaiknya. Kemenangan beruntun sedikitnya mampu menggugah nasionalisme untuk mencintai negeri ini. Lihatlah bagaimana para penggemar dengan bangga mengenakan atribut tim nasional.
Dari sisi lain, ekonomi rakyat tumbuh mendadak. Bukan hanya pedagang yang berada di seputar Senayan, tapi juga merata di berbagai daerah. Penjualan kaus timnas warna merah menyala dan atribut lainnya secara luar biasa laku keras.
Inilah kerangka timnas yang kita impikan. Semoga tidak hancur di tengah jalan, tapi terus dipertahankan. Tim ini juga akan menjadi tulang punggung mengikuti Pra-Piala Dunia dan Kualifikasi Olimpiade.
Dari 30 pemain yang masuk daftar Alfred, boleh dikatakan terdapat 50 persen pemain muda. Mereka yang masih dalam proses pematangan, terutama usia 23 tahun diproyeksikan ke SEA Games 2011.
Memang menyedihkan merasakan kegagahan yang terbangun apik pada awalnya namun kemudian tersandung di langkah akhir. Begitulah makna sepak bola yang mengandung berbagai misteri dan terkadang sulit dianalisis logika.
Sia-sia bila kita terjebak dalam rasa frustrasi menerima kekalahan. Ada baiknya berpikir positif bahwa kekalahan adalah guru menuju kesuksesan. Pertanyaanya: Apakah PSSI cukup cerdas untuk belajar?

Kisah perjalan Arif "keceng" Suyono meniti karier sebagai pesepakbola profesional


Kisah perjalanan Arif Suyono meniti karir sebagai pesepakbola profesional tidak mulus saja seperti yang (mungkin) sebagian besar orang pikir.Sebelumnya.....10 Tahun yang lalu


Ketika itu pemuda kelahiran Batu, Malang, berumur 16 Tahun dan hendak ikut seleksi masuk ke dalam tim Piala Gubernur.

Yang menjadi masalah, alumni SMU Islam Batu tersebut tidak lagi memiliki sepatu sepakbola yang layak pakai. Sepatu yang ia miliki saat itu, sebuah sepatu pemberian teman sekolahnya, sudah koyak.

Kegelisahan gelandang Sriwijaya FC itu tak luput dari perhatian keluarga besarnya. Ningsih, kakak kedua Arif, pun akhirnya nekat berutang sepatubola dengan harga Rp 150 ribu demi sang adik.

“Kami kasihan lihat dia, bingung untuk dapat sepatu, kemudian kami sepakat mengutangkan di sebuah toko sepatu yang saya kenal,” cerita Ningsih sembari meneteskan air mata.

Melihat kakaknya membawa sepatu baru, Arif muda tak ayal langsung berlinangan air mata.

“Kemudian dia berangkat dengan menangis. Kami sekeluarga tiap malam menggelar salat untuk mendoakan dia saat itu. Agar bisa jadi orang sukses,ceritanya di Blog ini. Faktor ekonomi memang menjadi salah satu kendala dalam perjalanan Arif menimba ilmu sepakbola. Tak jarang ia sampai harus menunggu hasil upah sang ayah sebagai buruh di pasar, sebelum berangkat latihan.

“Kalau mau minta ongkos berangkat, kami kakak-kakaknya harus meminta uang kepada bapak, dengan mendatangi ke pasar,” ungkap Ningsih.

Untungnya Arif yang kelahiran 3 Januari 1984 tersebut memang dapat limpahan dukungan tanpa henti dari keluarga besarnya. Impian pemain yang dibesarkan bersama 12 saudaranya itu selalu ditempatkan sebagai prioritas keluarganya.

“Tujuan kami saat itu Arif biar jadi orang sukses dan mampu membantu keluarga. Karena kami 12 bersaudara dengan orangtua hanya kerja serabutan,” ujar Ningsih yang tiada hentinya meneteskan air mata.

Saat ini Arif sudah sukses, tapi ia tidak lupa kalau apa yang ia peroleh saat ini tidak lepas dari peran keluarga. Maka keluarga besarnya pun  ikut menikmati hasilnya. Melalui kucuran dana Arif, bisnis keluarga dibangun melalui usaha kripik.,” tutur Ningsih.
                          
       “Semoga menjadi Inspirasi buat kita semua….Selamat ulang tahun Arif”keceng”Suyono….Bawalah Sriwijaya Fc menjadi yang terbaik di Indonesia…..