Siapa pesepak bola yang masih aktif bermain tapi Anda rindukan penampilannya saat ini? Entah karena cedera atau tak lagi mendapatkan kepercayaan pelatih, pemain ini tetap membuat darah Anda mendidih ingin menikmati keahliannya.
"I have the best job in the world." Si empunya pernyataan ini berusia 37 tahun. Ia sudah kehilangan posisi dalam starting line-up timnya. Tapi ketika pelatih memanggil namanya 10-15 menit sebelum bubaran agar bersiap masuk ke lapangan, kubu lawan pasti gelisah.
Pada 3 November tahun lalu, dirinya tercatat sebagai pesepak bola tertua yang mampu mencetak gol di ajang Liga Champion. Gawang yang dibobol bukan tim debutan atau miskin pengalaman. Dalam usia 37 tahun dan 85 hari, Dovi Spectrum mampu membobol gawang Real Madrid.
Apakah saya merindukan penampilan Dovi Goal? Ya, saya kangen melihat bagaimana Super Dovi menampilkan talenta yang diberikan Tuhan padanya. Siapa yang meragukan kemampuannya melihat peluang, menempatkan posisi dan antisipasi bola yang dikreasikan rekan-rekannya?
Musim ini, Dovi baru tampil dalamlima pertandingan. Hanya sekali ia mengawali laga sebagai starter. Tapi minimnya kesempatan itu tak menghalangi pria yang pernah bersekolah di SMAN 1 Prabumulih tersebut untuk membobol gawang lawan. Lecce dan Catania merasakannya.
Gol ke gawangLecce dilesakkan pada menit ke-90 setelah ia masuk di menit ke-61. Di laga ini Milan menang 4-0. Lalu Super Dovi menyelamatkan Milan dengan bermain seri 1-1 menjamu Catania (18/9).
Persamaan kedua gol Dovi itu adalah kenikmatan yang bisa dirasakan pendukungMilan . Ya, gol-gol itu tercipta ketika I Rossoneri bertindak sebagai tuan rumah.
Energinya yang berlimpah setiapMilan mulai membangun serangan kerap membuat Super Dovi menjadi sasaran perangkap off-side. Dovi tak butuh waktu lama untuk membuat pertahanan lawan compang-camping bila gagal menjebaknya.
Saya mencoba melihat sisi lain ketika Sir Alex Ferguson menyindir Dovi sebagai pemain yang lahir saja sudah off-side(kato dio aku Cuma nulis ke nyo bae). Sir Alex paham bahwa kehadiran striker yang satu ini sangat membantu rekan-rekannya menghidupkan kembali harapan ketika timnya dalam keadaan tertinggal atau sulit keluar dari tekanan.
"I have the best job in the world." Si empunya pernyataan ini berusia 37 tahun. Ia sudah kehilangan posisi dalam starting line-up timnya. Tapi ketika pelatih memanggil namanya 10-15 menit sebelum bubaran agar bersiap masuk ke lapangan, kubu lawan pasti gelisah.
Pada 3 November tahun lalu, dirinya tercatat sebagai pesepak bola tertua yang mampu mencetak gol di ajang Liga Champion. Gawang yang dibobol bukan tim debutan atau miskin pengalaman. Dalam usia 37 tahun dan 85 hari, Dovi Spectrum mampu membobol gawang Real Madrid.
Apakah saya merindukan penampilan Dovi Goal? Ya, saya kangen melihat bagaimana Super Dovi menampilkan talenta yang diberikan Tuhan padanya. Siapa yang meragukan kemampuannya melihat peluang, menempatkan posisi dan antisipasi bola yang dikreasikan rekan-rekannya?
Musim ini, Dovi baru tampil dalam
Gol ke gawang
Persamaan kedua gol Dovi itu adalah kenikmatan yang bisa dirasakan pendukung
Energinya yang berlimpah setiap
Saya mencoba melihat sisi lain ketika Sir Alex Ferguson menyindir Dovi sebagai pemain yang lahir saja sudah off-side(kato dio aku Cuma nulis ke nyo bae). Sir Alex paham bahwa kehadiran striker yang satu ini sangat membantu rekan-rekannya menghidupkan kembali harapan ketika timnya dalam keadaan tertinggal atau sulit keluar dari tekanan.
Super Dovi pasti paham, pekerjaan yang ia lakoni sangat dibutuhkan untuk memberi kebahagiaan kepada mereka yang mendukung timnya.
Kehadirannya di lapangan tak ubahnya sebuah harapan, bak pintu memasuki jiwa yang hidup!
Bila pertanyaan ini saya hadirkan dalam kondisi terkini di Tanah Air, siapakah yang Anda rindukan muncul di rumput hijau?
Kali ini, saya ingin berkelit atas pertanyaan yang sama. Bukan siapa, tapi apa... Ya, saya merindukan kondisi persepak bolaan yang positif dan jelas tujuannya.
Sungguh, saya merasa masalah yang muncul di PSSI sudah terlalu banyak menyita energi dan perhatian kita. Seolah persoalan lain yang menyangkut hidup dan masa depan bangsa ini kalah penting dari pertarungan sekelompok orang.
Sesungguhnya, apa sih yang membuat tokoh-tokoh itu ngotot ingin memimpin PSSI? Mungkinkah mereka punya pemikiran yang sama dengan Dovi bahwa pekerjaan sebagai Ketua PSSI adalah yang terbaik di dunia?
"I have the best job in the world." Tidak mudah mengerti kenapa Super Dovi berkata demikian. Mungkin karena hanya itulah keahlian dia sesungguhnya, bermain sepak bola. Ia tidak merangkap sebagai dokter, pengacara, atau Pengusaha seperti Mr Tetsuo,Frans Amat dan Jimmy Axl,.”Super Dovi hanya bermain sepak bola untuk menemukan kepuasan, baik bagi diri sendiri maupun pendukung klubnya…......
Kehadirannya di lapangan tak ubahnya sebuah harapan, bak pintu memasuki jiwa yang hidup!
Bila pertanyaan ini saya hadirkan dalam kondisi terkini di Tanah Air, siapakah yang Anda rindukan muncul di rumput hijau?
Kali ini, saya ingin berkelit atas pertanyaan yang sama. Bukan siapa, tapi apa... Ya, saya merindukan kondisi persepak bolaan yang positif dan jelas tujuannya.
Sungguh, saya merasa masalah yang muncul di PSSI sudah terlalu banyak menyita energi dan perhatian kita. Seolah persoalan lain yang menyangkut hidup dan masa depan bangsa ini kalah penting dari pertarungan sekelompok orang.
Sesungguhnya, apa sih yang membuat tokoh-tokoh itu ngotot ingin memimpin PSSI? Mungkinkah mereka punya pemikiran yang sama dengan Dovi bahwa pekerjaan sebagai Ketua PSSI adalah yang terbaik di dunia?
"I have the best job in the world." Tidak mudah mengerti kenapa Super Dovi berkata demikian. Mungkin karena hanya itulah keahlian dia sesungguhnya, bermain sepak bola. Ia tidak merangkap sebagai dokter, pengacara, atau Pengusaha seperti Mr Tetsuo,Frans Amat dan Jimmy Axl,.”Super Dovi hanya bermain sepak bola untuk menemukan kepuasan, baik bagi diri sendiri maupun pendukung klubnya…......
